Selasa, 13 Juli 2010

Mengatur Mood saat bekerja

Jika suasana hati tidak enak, hal ini memang akan sangat mempengaruhi kinerja anda. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Suasana hati memang terkadang tidak dapat ditebak datangnya, begitu juga masalah, tidak dapat kita perkirakan kapan munculnya. Namun anda dapat mulai mencegah agar suasana hati yang buruk tidak muncul dengan alasan yang tidak jelas.

Dibawah ini ada beberapa tips yang patut anda coba untuk mencegah produktivitas menurun karena suasana hati, antaranya :

1. Lebih teratur
Kerjakan tugas anda secara teratur.jangan menunda apa yang bisa anda selesaikan sekarang. Dengan  begitu, pekerjaan anda tidak akan menumpuk. Minimal, ketika anda tertimpa masalah, problem pekerjaan yang menumpuk tidak akan menambah buruk suasana hati anda.

2. Jaga Kedisiplinan 
Biasakan juga untuk lebih disiplin dalam bekerja. Kerjakan sesuai dengan prosedur, jangan menyimpan dari aturan, dan kerjakan pekerjaan sesuai batas waktu. Anda telah mengurangi satu lagi penyebab suasana hati yang memburuk.

3. Hubungan Baik
Terkadang, suasana hati yang buruk dapat dikarenakan adanya masalah dengan rekan kerja. Karena itu, jagalah hubungan baik dengan rekan kerja anda. Jika ada masalah, selesaikan dengan baik. Konflik yang muncul hanya akan membuat suasana hati dan semangat anda menurun. Tentunya yang rugi anda sendiri, karena anda tidak dapat bekerja dengan optimal.

4. Pahami Kemampuan Diri 
Yang terakhir, jangan memaksakan diri untuk melaksanakan tugas yang sebenarnya bukan kompetensi anda. Jika anda merasa bahwa anda belum mampu, maka mintalah untuk mengerjakan tugas tersebut bersama-sama dalam tim. Katakan pada atasan bahwa anda baru akan belajar lebih banyak mengenai hal itu.

selamat mencoba... semoga bermanfaat...

Jumat, 09 Juli 2010

TIPS MENGASUH ANAK AUTIS

Mempunyai anak yang berbeda, harusnya tidak membuat anda kecewa. Misalnya pada orang tua yang mempunyai anak yang menderita autis. Autis bukanlah suatu musibah yang harus disesali.anda hanya dituntut untuk lebih sabar dan telaten dalam mengasuh si kecil dengan autisnya.

Kebanyakan orang tua yang anaknya menderita autis kurang mengerti dalam hal penanganan buah hatinya. bahkan ada beberapa orang tua justru malah kurang memerhatikan anak yang berkebutuhan khusus, mungkin karena kekecewaannya atau mungkin karena bahwa buah hatinya yang autis adalah musibah yang bikin malu.Pemikiran semacam inilah yang yang harus dihindari dan dihilangkan.

lalu bagaimana sebenarnya menangani dan mengasuh anak yang autis? yang pertama anda sebagai orang tua harus mempunyai knowlegde (pengetahuan) yang tepat mengenai autis.

Ada beberapa hal atau trik untuk mengasuh anak autis, diantaranya:

1.  KUASAI ANAK

Anak Autis biasanya sulit untuk dikendalikan,ketika mempunyai kemauan mereka cenderung untuk minta dituruti. namun anda tidak boleh terus menurutinya. anda harus bersikap tegas kepada buah hati anda.
Walau anda dituntut tegas dan disiplin,namun bukan bearti anda boleh memaksa. Justru anda harus mengasuh dengan penuh kasih dan telaten. jangan menunjukkan sikap kasar, tak hanya anda, namun juga semua keluarga dan pengasuh. Karena perlakuan kasar hanya akan membuat anak merasa di reject (ditolak). jika sudah seperti itu maka anak akan cenderung memberontak.

2. TELATEN DAN DISIPLIN

Anak autis terkadang cenderung untuk tidak dapat dikendalikan, maka sabar dan telaten adalah poin penting bagi orang tua yang anaknya menderita autis. dalam menanamkan disiplin pada anak autis agar perkembangannya meningkat cepat, ada dua hal yang dapat dilakukan.
yang pertama dengan cara modelling yaitu anak mengimitasi apa yang dilakukan orang tua. jadi orang tua juga harus mencontohkan disiplin yang baik pada anak.
yang kedua adalah conditioning, yaitu dengan cara mengondisikan anak dengan semua aturan yang anda buat.

3. SAAT BERONTAK

Memang setiap anak termasuk autis mempunyai karakteristik masing-masing, namun penanganan umum pada anak autis yang berontak adalah dengan memeluk dari belakang. Mengapa dari belakang? Karena jika dari depan, maka ia akan merasa dilawan.
selain itu, anak autis bisa saja salah menanggapi ekspresi anda.anak bisa saja merasa terancam,maka itu anda bisa memeluknya dari belakang, usap punggung nya dengan lembut lalu ajak bicara dengan perlahan. Akhirnya anak bisa merasa aman dan diharap dapat lebih tenang.

4. BERI PENDIDIKAN 

Yang terakhir, anak autis juga mempunyai hak untuk menerima pendidikan.sekolah yang tepat adalah sekolah yang mengerti kebutuhan anak yang mempunyai kebutuhan khusus, dalam hal ini autis. tentunya juga harus mempunyai staf ahli, seperti psikolog, dan terapis yang tentunya dapat membantu anak dalam proses menerima pelajaran dengan baik namun juga tetap dapat mengerti kebutuhan khusus itu.

Semoga bermanfaat....

Jumat, 02 Juli 2010

Persalinan agar lancar

Dapat melahirkan secara normal dengan lancar tentu harapan semua calon ibu. namun kerap kali ketika pembukaan sudah maksimal calon ibu kehabisan tenaga,sehingga harus berakhir di meja operasi.apa saja faktornya,bagaimana kiat menghadapi proses pembukaan yang menegangkan?

TIGA P

ada 3 faktor yang mempengaruhi persalinan normal.
1. Power yaitu Kekuatan mengejam ibu,keadaan kardiovaaskular respirasi metabolik ibu.
2. Passage keadaan ibu jalan lahir, artinya apakah panggul sang ibu normal atau sesuai dengan ukuran bayi.
3. Passenger keadaan janin (letak, presentasi, ukuran / berat janin, ada / tidak kelainan anatomik mayor )
jika ketiga P tersebut normal, artinya kekuatan ditunjang dengan kondisi jalan lahir (panggul yang sesuai) serta keadaan janin yang normal (berat ideal, posisi tidak sungsang), maka idealnya dapat dipastikan normal.
namun kerap kali, ketiga P tersebut tidak berada pada posisi normal sehingga harus dilakukan operasi.
selain itu, ada beberapa keadaan yang mengharuskan dilakukan tindakan operasi. Misalnya, bayi berukuran besar, sementara panggul sang ibu normal. bayi kecil, begitu juga dengan panggul kecil, sehingga sang ibu kelelahan. Bisa juga ibu dan bayi normal, namun ibu sudah kelelahan.

TIPS PRA PERSALINAN

Untuk itu agar dapat menjaga kondisi saat proses pembukaan jalan lahir ikuti tips berikut ini :
1. calon ibu diberikan pemahaman bahwa setiap wanita pasti bisa melakukan persalinan secara normal, sehingga tidak khawatir dan panik.
2. ketika terjadi kontraksi atau mulas mulas, jangan panik, tunggu hingga kontraksi terjadi lebih sering muncul dan lama. Kira-kira dalam 10 menit telah terjadi lebih dari dua kontraksi dan lama kontraksi antara 40-60 detik, maka segeralah ke tempat persalinan. jika belum muncul tanda-tanda tersebut. lebih baik, calon ibu tetap di rumah.
3. Calon ibu dilarang mengejan sebelum pembukaan sempurna.
4. Pada fase laten ( pembukaan 3 ) calon ibu diperbolehkan untuk jalan-jalan namun yang tidak terlalu menguras tenaga.
5. sementara pada fase aktif ( pembukaan 4 ) jarak antara fase laten dan aktif biasanya 6-8 jam. pada fase ini calon ibu disarankan untuk berbaring.
6. Pada fase ini, disarankan untuk mengkonsumsi sesuatu yang manis-manis, ini bertujuan untuk menjaga agar tenaga sang ibu tetap ada.
7. Calon ibu harus ditemani oleh orang terdekatnya, suami atau ibu kandung bisa bisa juga kedua-duanya, ini untuk memberikan rasa nyaman di hari calon ibu.

SENAM HAMIL
Ada beberapa faktor internal dari ibu yang dapat menyebabkan persalinan dengan tindakan operasi.
1. Tinggi badan ibu kurang dari 145cm, karena panggul sang ibu kecil, maka menyulitkan untuk persalinan normal.
2. Bayi melintang atau sungsang, jika sungsangnya pantat duluan, masih memungkinkan melakukan persalinan normal, tetapi jika sungsangnya kaki duluan, maka harus dilakukan operasi.
Untuk itu stamina ibu harus benar-benar dijaga mulai saat hamil hingga menjelang persalinan. Untuk menjaga nya ketika usia kandungan tujuh bulan, calon ibu disarankan untuk mengikuti senam hamil.

Kamis, 31 Desember 2009

Tips merawat lensa kontak


Bila anda pemakai lensa kontak, berikut ini ada beberapa tips yang mungkin berguna buat anda.

1. Sangat disarankan mengganti tempat lensa kontak anda secara berkala untuk mengurangi resiko kontaminasi.

2. Pastikan selalu mengganti cairan untuk merendam lensa kontak dengan yang baru setiap hari,meskipun tidak digunakan.

3. Perhatikan tanggal kadaluarsa cairan pembersih lensa kontak anda untuk menghindari resiko infeksi dan perubahan pada parameter lensa kontak.

Semoga bermanfaat....

Apa yang anda cari

Powered By Blogger